Dampak Pemberian Nasi Pada Bayi

Artikel Medis
28 Oct 2021

Dampak Pemberian Nasi Pada Bayi

Air Susu Ibu atau ASI merupakan hal yang sempurna untuk bayi kurang dari 6 bulan untuk memenuhi asupan gizi serta nutrisi, bayi kurang dari 6 bulan hanya membutuhkan gizi serta nutrisi dari ASI sebagai asupan tetapi apabila kurang dari 6 bulan ditemukan kekurangan berat badan dapat mulai diberikan dari umur 4 bulan untuk asupan nutrisi diluar ASI, hal itu juga harus dikonsultasikan dengan dokter anak untuk pemberian nutrisi tambahan tersebut. Masih ada di masyarakat, bayi oleh orang tuanya diberikan nasi sebagai asupan makanan setiap harinya padahal hal tersebut dapat membahayakan sistem pencernaan si kecil.

MPASI atau makanan pendukung Air Susu Ibu jadi itu adalah makanan pendamping untuk menambah kekurangan yang ada pada ASI itu sendiri seperti zat besi, zinc, kalori, protein, agar memenuhi kebutuhan untuk tumbuh kembang bayi, MPASI bisa mulai diberikan kepada si kecil setelah 6 bulan keatas, pemberian MPASI pada bayi harus dilakukan pada posisi duduk menurut dr. Jahja Zacharia, Sp. A dokter spesialis anak Rumah Sakit Premier Jatinegara mengatakan, “Pemberian MPASI itu dengan sukarela dengan sukacita juga, dia happy menerima makanan itu”.

Pemberian nasi terlalu dini pada bayi di memiliki resiko, bisa membahayakan saluran nafas serta juga bisa mengalami gangguan pencernaan karena pencernaan bayi belum siap menerima nasi lalu akibatnya bisa terjadi kembung atau ususnya bisa tersumbat karena sistem pencernaannya belum bisa menerima hal itu.

Semua makanan untuk sebagai MPASI itu bisa untuk bayi berumur lebih dari 6 bulan sebagai pendamping ASI tetapi makanan yang bisa diberikan kepada bayi itu seperti buah-buahan, biskuit, tepung beras harus dilumatkan atau dihaluskan.“ Jadi umur empat, lima, enam bulan itu bayi biasanya kan mulai banyak berliur, itu adalah tanda kesiapan saluran cerna untuk bisa menerima yang bukan hanya ASI saja” tambah dr. Jahja Zacharia, Sp. A dari Rumah Sakit Premier Jatinegara. Liur dari bayi itu adalah enzim yang mulai dari rongga mulut sampai dengan enzim yang berada di saluran cerna sebagai tanda saluran cerna sudah mulai berfungsi sehingga saluran cerna bisa mencerna yang bukan hanya ASI.

Selain tanda dari liur di atas juga bisa dilihat dari tanda-tanda lain seperti halnya kita bisa perhatikan minat dari bayi pada saat orang tua makan bayi akan melihat kegiatan makan kita, hal itu bisa kita lihat sebagai tanda bahwa bayi sudah siap untuk menerima nutrisi diluar dari ASI itu makanan pendamping ASI (MPASI) untuk melengkapi ASI.