Epilepsi pada Bayi dan Anak

Artikel Medis
27 Oct 2021

Dwi Putro Widodo

Pediatrician, Consultant of Neurology

Epilepsi merupakan gangguan yang berupa kejang berulang tanpa demam. Sindrom epilepsi adalah keadaan yang mempunyai ciri khusus yaitu bentuk kejang dan gambaran EEG yang karakteristik. Kira-kira terdapat 63 bentuk epilepsi pada bayi dan anak.

Epilepsi disebabkan oleh lepas muatan listrik sesaat yang abnormal, berlebih dan serentak, dari sekelompok sel otak. 

Epilepsi merupakan masalah yang umum dijumpai pada 0,5% – 1% bayi dan anak, dengan insidens tertinggi pada usia kurang dari 1 tahun.

Diagnosis sangat tergantung pada histori dan pemeriksaan EEG, yang  penting untuk membantu menentukan bentuk kejang apakah fokal atau umum. Anamnesa yang kritis juga merupakan hal yang krusial untuk mendiagnosa epilepsi atau bukan karena banyak keadaan yang menyerupai kejang. Sebagian besar anak dengan epilepsi mempunyai respon baik dengan obat. Terdapat banyak obat anti kejang yang tersedia untuk epilepsi, namun pemilihan tergantung dari beberapa faktor termasuk, usia, bentuk epilepsi dan penyebab ( lesi struktural, genetik atau tidak diketahui)

Prognosis sangat tergantung pada jenis epilepsi, penyebab dan komorbitnya akan tetapi 60% anak akan mengalami bebas kejang dengan obat dan diperkirakan 20-25 % masuk dalam kelompok epilepsi yang sulit dikontrol. Operasi, stimulasi otak, diet ketogenik, stimulasi otak dan imunoterapi merupakan pilihan yang perlu dipertimbangkan.

Prinsif umum pengobatan epilepsi termasuk menghindari faktor pemicu seperti kurang tidur, stres. Orang tua perlu diberitahu mengenai keadaan yang membahayakan pasien bila mendapat serangan epilepsi seperti berenang, mengendarai sepeda, motor dll.

Kejang jarang berlangsung lebih dari 3 menit dan kejang yang singkat ini tidak merusak otak. Penggunaan diazepam rektal diberikan bila kejang berlangsung lama.