Gejala Dan Cara Mencegah Diabetes Mata

Artikel Medis
28 Oct 2021

Gejala Dan Cara Mencegah Diabetes Mata

Banyak masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia termasuk Indonesia, salah satunya adalah penyakit kencing manis atau istilah medisnya ialah diabetes mellitus. Penyakit ini terjadi ketika kadar gula dalam darah di atas ambang normal. Jika tidak diatasi dengan baik dan benar akan menyebabkan komplikasi pada organ lain, salah satunya adalah mata, di mana bisa berujung pada kebutaan.

Tingginya kadar gula dalam darah pada penderita diabetes menyebabkan rusaknya pembuluh darah pada retina mata. Di fase awal, pembuluh darah kecil pada retina mata akan melebar. Dalam fase ini gangguan penglihatan belum dirasakan oleh penderita. Bersamaan dengan proses kerusakannya, pembuluh darah retina akan membengkak dan terganggu fungsinya untuk membawa darah ke retina. Pada fase ini gangguan penglihatan seperti pandangan kabur mulai dirasakan para penderita. “Peningkatan kadar gula darah yang kronis akan menyebabkan gangguan pada pembuluh darah seperti penyumbatan atau kebocoran, sehingga retina menjadi rusak akibat tidak mendapat suplai nutrisi dan oksigen yang adekuat”, tambah dr. Azrina Noor, Sp.M dari Rumah Sakit Premier Jatinegara.

Tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia, penyebab utama kebutaan pada penderita diabetes ialah komplikasi diabetes mellitus pada retina mata atau dikenal dengan retinopati diabetik, lalu disusul dengan katarak diabetik. Pada retinopati diabetik, terjadi kerusakan pada pembuluh darah retina akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol, pembuluh darah menjadi bengkak dan rapuh, selain itu aliran darah ke retina juga dapat mengalami penyumbatan.

Tingginya kadar gula dalam darah secara kronis menyebabkan peradangan, dan salah satu yang rentan mengalami kerusakan ialah pembuluh darah yang terjadi pada retina mata, yaitu jaringan di dalam mata yang berfungsi menerima dan meneruskan cahaya ke saraf otak. Pada retinopati diabetik pembuluh darah di retina rapuh dan rentan mengalami kebocoran, akhirnya menyebabkan penglihatan akan terganggu. Bagi kondisi yang lebih berat, akan terbentuk banyak pembuluh darah baru di mata atau disebut neovaskularisasi akan membuat penglihatan menjadi  semakin buram.

Ada akibat lain yang ditimbulkan dari diabetes selain retinopati diabetik yaitu katarak. Walaupun proses mekanisme terjadinya masih belum diketahui, studi telah membuktikan bahwa pasien diabetes memiliki risiko 60% lebih tinggi untuk mengalami katarak dibandingkan dengan orang yang sehat. Adanya bercak putih di lensa mata merupakan tanda dari katarak itu sendiri, hal ini menyebabkan penderitanya mengalami penglihatan buram berkabut dan sangat silau apabila terpapar cahaya lampu atau sinar matahari. Apabila tidak ditangani dengan tepat katarak bisa menyebabkan kebutaan.

Selain dari dua komplikasi di atas masih ada akibat lain yang dari penyakit diabetes, yaitu glaukoma. Glaukoma merupakan penyakit yang menyebabkan kerusakan pada papil optik mata dan berujung pada kebutaan. Tanda yang dapat dijumpai pada pemeriksaan oftalmologis antara lain adanya penumpukan cairan mata berlebih sehingga membuat tekanan di dalam bola mata menjadi meningkat dan menekan papil optik. Pada sebagian besar kasus, penurunan fungsi penglihatan pada glaukoma tidak disadari pada fase awal. Gejala buram muncul saat kondisi sudah memberat dan sulit untuk diobati, sehingga glaukoma sering disebut sebagai “pencuri penglihatan”.

Kondisi lain yang dapat ditimbulkan dari penyakit diabetes ialah edema makula. Makula merupakan area kecil ditengah-tengah retina mata yang berperan dalam membuat penglihatan lebih tajam serta memiliki warna yang jelas. Saat kondisi edema macula, area tersebut mengalami pembengkakan karena adanya penumpukan cairan di daerah retina lalu bisa menyebabkan pandangan gelap pada bagian sentral. 

Saat seseorang didiagnosis diabetes mellitus pertama kali, pemeriksaan mata merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk menentukan kondisi kesehatan mata, karena gejala komplikasi diabetes pada mata tidak terlihat pada tahap awal. Gejala akan muncul biasanya ketika penyakit itu sudah memasuki stadium yang lebih tinggi. Selanjutnya pemeriksaan mata secara berkala bisa membantu mendeteksi retinopati atau penyakit lainnya lebih dini.

Risiko seseorang terkena penyakit retinopati diabetik akan lebih tinggi jika mengidap diabetes lebih lama, mempunyai kontrol gula darah yang buruk, memiliki tekanan darah dan kolesterol tinggi, sedang dalam kehamilan, dan terakhir ialah merokok. Menurut dr. Azrina Noor, Sp.M dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, “Perkembangan retinopati diabetik pada penderita diabetes bisa diperlambat dengan mengurangi faktor risiko tersebut.”

Bagi penderita diabetes harus rutin berobat dan kontrol ke dokter sesuai dengan jadwal. Untuk menjaga kesehatan mata, penderita diabetes perlu rutin melakukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis mata setiap tahun. Pada wanita yang memiliki rencana hamil atau sedang hamil tetapi memiliki  riwayat diabetes pun perlu menjalani pemeriksaan mata. Sayangi mata Anda, jendela mata dunia.