IGD Dengan Protokol Kesehatan Terbaik di Masa Pandemi

Artikel Medis
28 Oct 2021

IGD DENGAN PROTOKOL KESEHATAN TERBAIK DI MASA PANDEMI

Selama masa pandemi COVID-19, banyak sekali masyarakat yang enggan ke rumah sakit. Hal ini lantaran, masyarakat dilarang bepergian keluar rumah, baik bekerja hingga berkunjung ke sanak saudara. Sehingga, berdampak banyaknya pasien yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat saat kesehatannya memburuk.

Dengan kondisi seperti ini, sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir atau takut jika ingin ke rumah sakit, terlebih saat darurat. Hal ini lantaran, rumah sakit telah menerapkan prosedur tetap penanganan COVID-19 sesuai dengan ketetapan pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 1591/2020.

Seperti halnya juga Rumah Sakit Premier Jatinegara (RSPJ) yang terus meningkatkan pelayannya bahkan di masa pandemi seperti ini. Rumah Sakit modern ini tak henti-hentinya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Pasalnya layanan rumah sakit harus terus siap membantu masyarakat di kondisi apapun.

Menghadapi pandemi COVID-19 ini, Rumah Sakit Premier Jatinegara memberikan dua layanan khusus Instalasi Gawat Darurat. Seperti kita ketahui, Instalasi Gawat Darurat atau IGD adalah fasilitas 24 jam yang harus terus siap siaga dalam menerima pasien, baik dengan kasus apapun tanpa terkecuali.

Untuk itu RSPJ membuat inovasi dengan membagi IGD ke dalam dua bagian, guna meminimalisir angka COVID-19 kami tidak lupa membuat dua kategori IGD. Dokter Umum di RSPJ, dr. Devy Eryn Marsyntha Lumban Tobing, menjelaskan bahwa IGD di RSPJ terbagi atas IGD non zona merah dan IGD zona merah.

IGD non zona merah, menurut dr. Devy diperuntukan bagi pasien-pasien yang membutuhkan pelayanan emergency atau gawat darurat yang telah lolos screening awal. Sedangkan IGD zona merah adalah pelayanan emergency atau gawat darurat khusus bagi pasien yang terjaring screening tahap awal.

Setiap pasien IGD di RSPJ haruslah melakukan screening terlebih dahulu. Screening tersebut adalah triase yang dilakukan tenaga medis profesional yang menentukan tingkat kegawatdaruratan pasien. Biasanya screening dilakukan untuk mengetahui, apakah pasien IGD ini memiliki potensi terkena COVID19 atau tidak.

dr. Devy Eryn menjelaskan lebih lanjut bahwa pada screening tahap awal, pihak RSPJ menanyakan terkait kondisi pasien saat itu. Mencari tahu lebih lanjut tentang kondisi terkini pasien, dengan beberapa indikator. Mulai dari

·       Apakah tengah demam?

·       Apakah tengah batuk-batuk?

·       Apakah ada nyeri tenggorokan?

·       Apakah tengah pilek?

·       Adakah rasa tidak enak pada tenggorokan?

·       Apakah merasa tidak enak napas? Atau susah bernapas?

·       Apakah tengah diare?

·       Apakah mengalami kehilangan penciuman? Atau kehilangan pengecapan?

Pada pertanyaan kedua, pasien akan diberikan pertanyaan berbeda. Seperti apakah pasien memiliki riwayat kontak dengan penderita COVID-19? Baik yang sudah terkonfirmasi maupun yang suspect (orang yang sedang mengalami gejala COVID-19).

Kemudian pada pertanyaan ketiga, pasien akan ditanyakan terkait kegiatannya akhir-akhir ini. Seperti apakah ada riwayat bepergian ke luar kota, luar negeri dalam 14 hari terakhir?

Jika dari ketiga pertanyaan tersebut itu ada satu atau semua yang dialami pasien. Maka maka pasien akan kami arahkan ke IGD nomor dua atau IGD zona merah. Sebaliknya, jika pasien lolos dari semua seleksi tersebut, maka pasien akan diarahkan ke IGD non zona merah.

Setelah itu, pasien akan menjalani screening tahap kedua yaitu pemeriksaan laboratorium, rontgen dan swab PCR. Jika pada screening tahap satu pasien lolos, namun saat swab PCR hasilnya positif, maka pasien dari IGD non zona merah akan segera dipindahkan ke IGD zona merah.

 

TUJUANNYA

Kami di Rumah Sakit Premier Jatinegara berharap dengan sistem dua IGD ini, bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Dan juga sebagai bentuk rasa cinta RSPJ dengan memberikan rasa nyaman, aman bagi semua pihak dalam rumah sakit, mulai dari pasien, keluarga pasien sampai dengan tenaga medis.

Ditambah dengan seluruh pegawai dan tenaga medis di Rumah Sakit Premier Jatinegara yang sudah menerapkan protokol kesehatan, dengan ketat dalam menggunakan masker, face shield, maupun alat pelindung diri (APD). Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir untuk datang ke Rumah Sakit Premier Jatinegara.