Kenali Asma Pada Anak

Artikel Medis
28 Oct 2021

Kenali Asma Pada Anak

Memantau tumbuh kembang anak tidak hanya pada apa yang terlihat dari sisi fisik tapi juga harus memperhatikan dari dalam diri anak apakah ada tanda tanda penyakit dalam seperti asma, walaupun bukan menjadi suatu peringkat teratas dalam penyebab kesakitan atau kematian pada anak tapi bila tidak ditangani dengan tepat dapat menurunkan produktivitas serta tumbuh kembang anak seperti dibidang akademik dan kesehariannya.

“Asma merupakan masalah kesehatan yang penting.” ujar dr. Sylvia Retnosari, S.p. A dari Rumah Sakit Premier Jatinegara. Apabila anak mengidap asma mempunyai tanda-tanda seperti batuk kronik yang berulang bisa menjadi petunjuk awal diagnosis asma dan gejalanya lebih berat di malam hari serta bersifat reversibilitas yaitu gejala dapat membaik secara spontan atau dengan pemberian obat pereda asma.

Asma dapat timbul bila ada sebab seperti iritan, faktor allergen (pemicu alergi), infeksi respiratorik, aktivitas fisik, dan apabila ada riwayat alergi dalam keluarga. Penyakit tersebut dapat terjadi sebagai hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan sehingga upaya dikerahkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor mana yang dapat diubah sebagai upaya pencegahan dari faktor tersebut seperti infeksi, pajanan mikroba, allergen, stress, polusi, dan asap tembakau.

Cara yang dapat untuk menghindari penyebab dari asma itu sendiri, kita harus bisa mengidentifikasi faktor yang dapat menimbulkan tungau, debu rumah, asap rokok, asap kendaraan, asap dari obat nyamuk, kecoa, serbuk sari, alergi makanan, penyakit infeksi saluran nafas (rhinitis, sinusitis), aktivitas fisik, kegemukan atau rontokan hewan. Faktor lain juga bisa menyebabkan asma menjadi kambuh seperti perubahan cuaca, suhu yang terlalu dingin, dan obat-obatan.

“Pada asma tata laksananya bertujuan untuk mencapai kendali asma, jadi bukan untuk sembuh atau tidak sembuh”, menurut  dokter spesialis anak Rumah Sakit Premier Jatinegara. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko serangan, mencegah penyempitan saluran nafas yang menetap, dan meminimalisir efek samping pengobatan agar tumbuh kembang anak menjadi optimal. Asma pada anak balita harus lebih agresif dan cenderung untuk segera dilakukan rujukan ke rumah sakit, jadi pada saat awal orang tua hanya boleh melakukan nebula satu sampai dua kali dan harus segera dibawa ke UGD apabila tidak ada perubahan.