Materi Feeds Instagram Anosmia pada COVID-19

Artikel Medis
27 Oct 2021

dr. Nina Irawati, SpTHT-KL(K)

Slide 1

Gangguan Penciuman pada COVID-19, bahaya kah?

Gangguan penciuman yang terjadi pada COVID-19 dapat berupa penurunan kemampuan indera penciuman (hiposmia) atau hilang total kemampuan indera penciuman (anosmia)

Slide 2

Seberapa sering muncul gangguan penciuman pada COVID-19?

Gangguan penciuman muncul pada 47-80% pasien COVID-19. WHO saat ini sudah memasukkan gangguan penciuman sebagai salah satu gejala infeksi COVID-19. Gejala ini bisa berdiri sendiri (tanpa disertai gejala hidung lainnya), bisa juga disertai dengan gejala COVID lainnya (seperti demam, batuk, sesak nafas, kelelahan, dan linu pada tubuh).

Gangguan penciuman seringkali terjadi pada wanita dan disertai dengan gangguan pengecapan.

Slide 3

Bagaimana gangguan penciuman bisa terjadi pada COVID-19?

Rongga hidung merupakan salah satu bagian dari saluran napas atas yang memiliki ‘tempat menempel’ virus SARS-CoV-2, disebut dengan reseptor ACE2. Virus yang menempel tersebut akan berkembang dan merusak sel-sel penunjang dan sel punca pada pusat penciuman, sehingga terjadi gangguan penciuman.

Slide 4

Apa yang harus dilakukan jika mengalami gangguan penciuman?

Di masa pandemi COVID-19, semua orang yang mengalami gangguan penciuman secara tiba-tiba, baik dengan atau tanpa disertai gejala lain, harus melakukan:

  1. Tes swab PCR COVID-19.

  2. Jika gangguan penciuman tidak disertai gejala lain ATAU disertai dengan gejala ringan, lakukan isolasi mandiri di rumah sampai hasil tes keluar.

  3. Jika hasil tes swab PCR positif COVID-19, periksakan diri ke dokter THT untuk mendapatkan pengobatan.

Slide 5

Apa yang bisa dilakukan di rumah saat isolasi mandiri?

  1. Konsumsi obat-obatan COVID-19 yang sudah diresepkan oleh dokter

  2. Konsumsi multivitamin (vit C, vit D, vit E, dan zinc)

  3. Cuci hidung rutin 2x/hari menggunakan larutan NaCl 0,9%

  4. Konsumsi obat semprot hidung (resep dokter)

  5. Jika gangguan penciuman menetap > 2 minggu, lakukan latihan indera penciuman (olfactory training) dengan cara:

  • Mencium aroma lemon/mawar/cengkeh/eucalyptus rutin 2x/hari, selama 20 detik untuk masing-masing aroma

  • Mengoleskan balsam aromatik di area leher

Slide 6

Apakah gangguan penciuman ini dapat kembali normal?

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Hopkins dkk:

35% kembali normal pada minggu 1-2

61% kembali normal pada minggu 2-3

71% kembali normal pada minggu 3-4

Akan tetapi, sebagian kecil penderita akan mengalami gangguan penciuman yang menetap.