Mengenal lebih dekat Skizofrenia

Artikel Medis
28 Oct 2021

Mengenal lebih dekat Skizofrenia

Skizofrenia dapat terjadi pada setiap orang didunia ini tanpa mengenal umur, suku, agama dan ras seseorang, hal tersebut bisa berakibat fatal apabila telah ditahap yang dapat merugikan diri sendiri atau bahkan lingkungannya. Dr. Anastasia Sri Maryatmi, M.Psi dari Rumah Sakit Premier Jatinegara mengatakan Skizofrenia adalah suatu gangguan mental yang ditandai dengan adanya halusinasi, ilusi dan waham (keyakinan pada sesuatu yang tidak nyata) lalu hal tersebut sudah lama dialami bukan dengan tiba-tiba langsung didiagnosis skizofrenia.

Penyebab dari suatu penyakit skizofrenia dapat berbeda beda setiap individu bisa dari genetika atau juga bisa dari lingkungan sekitarnya dan itu perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh psikolog klinis dilihat dari penyebabnya, gejalanya dan itu bisa berbeda beda dari setiap individu satu dengan individu lainnya, walaupun pasien sudah didiagnosis skizofrenia karena penyebab serta gejalanya bisa berbeda maka penangangannya pun pasti berbeda dari setiap individu disesuaikan dengan kebutuhan individu pengidap skizofrenia.

“Gejala-gejala skizofrenia itu adalah memang dia kan sudah pikirannya tidak runtut, jadi misalnya saja kalau sudah skizofrenia, ada gelas itu sudah pecah jadi tidak bisa menerima atau reality testing nya terganggu.” ujar Dokter Psikolog Klinik Rumah Sakit Premiere Jatinegara.

Individu yang mengidap penyakit skizofrenia menurut Dr. Anastasia Sri Maryatmi, M.Psi tidak bisa sembuh secara total namun bisa dilakukan perawatan semuanya itu dengan obat. Penanganan atau pengobatan pengidap skizofrenia itu tidak bisa dilakukan hanya dengan satu cara saja misalnya dengan pemberian obat-obat anti depresi dan juga dari sisi psikologisnya juga dengan psikoterapi.

Rumah Sakit Premiere Jatinegara hadir dalam memberikan pelayanan yang prima bagi pengidap skizofrenia dengan optimal dan profesional, hal tersebut juga tidak bisa dilakukan penanganan secara satu sisi dari psikolognya membina atau menangani dari sisi psikisnya tetapi juga dari psikiater memberikan obat untuk anti depresinya.