Nyeri tulang belakang akibat aktivitas virtual

Artikel Medis
27 Oct 2021

Pandemi covid 19 telah membuat perubahan pada pola aktifitas sehari2 masyarakat. Diantara perubahan tersebut, yang paling terlihat adalah meningkat pesat nya aktifitas virtual, mulai dari menyelesaikan pekerjaan, meeting online, proses belajar mengajar virtual, sampai belanja kebutuhan melaluai aplikasi handphone atau internet. Tanpa disadari, banyak masyarakat yang menghabiskan waktu sehari2 nya hampir selalu di depan komputer atau handphone. Durasi yang lama serta posisi kerja yang tidak ergonomis saat melakukan aktifitas virtual dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti nyeri tulang belakang, carpal tunnel syndrome, computer vision syndrome hingga gangguan tidur dan stress. Diantara gangguan tersebut, nyeri tulang belakang merupakan ganggguan yang paling sering muncul, bahkan persentase nya mencapai 94%.

Tulang belakang manusia merupakan sistem kompleks yang berfungsi sebagai penopang tubuh, memberikan gerakan badan, serta sebagai pelindung dari saraf tulang belakang. Struktur ini terdiri dari ruas-ruas tulang dari leher hingga ke tulang ekor, persendian antar tulang belakang serta otot-otot punggung. Cedera pada tulang belakang dapat bervariasi, dimulai dari cedera yang ringan hingga cedera yang lebih serius. Cedera tulang belakang yang paling sering adalah cedera pada otot dan ligament tulang belakang yang dapat memberikan gejala seperti nyeri lokal pada punggung bawah atau leher yang memberat dengan pergerakan dan disertai rasa tegang pada otot-otot tulang belakang. Cedera tulang belakang yang lebih serius terjadi apabila saraf tulang belakang ikut mengalami penjepitan. Kondisi ini biasanya dikenal dengan nama Herniasi Nukleus Pulposus (HNP) yang dapat meimbulkan gejala berupa nyeri menjalar ke tungkai atau lengan yang disertai dengan rasa tertarik, kesemutan atau kebas.

Terdapat beberapa faktor resiko terhadap timbulnya nyeri pada tulang belakang, antara lain adealh pertambahan usia, obesitas, kurang beroalhraga, postur tubuh saat bekerja hingga faktro psikologis. Secara umum, sekitar 80% dari populasi manusia akan mengalami nyeri tulang belakang setidaknya 1x seumur hidup. Gangguan pada tulang belakan yang serius memerlukan pemeriksaan dan penanganan yang seksama oleh dokter yang berkompeten. Gejala nyeri punggung yang serius antara lain adalah nyeri yang dirasakan cukup hebat dan tidak membaik dalam 1-2mgg, serta nyeri dirasakan juga hingga ke lengan atau tungkai yang dapat disertai dengan kesemutan mati rasa, bahkan kelemahan anggota gerak. Apabila timbul gejala seperti diatas, maka, jangan sehgan untuk memeriksakan diri kepada dokter.

Gangguan pada tulang belakang dapat dicegah dengan memperkuat otot2 tsekita tulang belakang, atau disebut juga dengan “core muscle exercise”. Olahraga teratur serta menjanga bert badan sangat penting untuk menjaga tulang belakang kita tetap sehat. Disamping itu, perlu juga menjaga posisi tubuh saat bekerja, baik pada saat berdiri, duduk, serta mengangkat barang. Hindari mengangkat benda berat dengan cara membungkuk secara langsung ke lantai,s erta pastikan posisi saat bekerja di depan kompter cukup ergonmis dengan posisi badan tegak dan layer yang sejajar dengan penglihatan. Dalam penanganan gangguan tulang belakang yang serius, diperlukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, Ct scan dan MRI, serta tim dokter yang dapat menangani masalah tulang belakang secara kpmprehensif. Penanganan awal yang biasanya diberikan adalah pemberian obat2 an dan program rehabilitasi untuk tulang belakang. Apabila nyeri tidak membaik, maka dapat dipertimbangkan untuk dilakukan manajemen nyeri intervensif maupun tindakan operatif secara minimal invasive.