Kaki Diabetes dan Tanda-Tandanya

Artikel
28 Jun 2022

Kaki Diabetes (Diabetic Foot)

Kaki Diabetes merupakan salah satu komplikasi tersering para penyandang diabetes dan berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kualitas hidup, tingkat kematian, dan tingkat morbiditas. Kaki diabetes didefinisikan sebagai luka yang terjadi di ekstrimitas bawah, biasanya di bagian tertentu dari telapak kaki akibat dan mengalami infeksi atau kerusakan di jaringan kulit dengan masa penyembuhan yang membutuhkan waktu lebih lama. Keadaan ini diperparah dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia tidak terkontrol).

Tanda kaki diabetes

Terjadinya kaki diabetes ditandai dengan trias klasik terdiri atas neuropati (gangguan sel saraf), iskemia (kurangnya ketersediaan oksigen hingga sampai ke bagian perifer tubuh), dan infeksi (dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur).

Tanda awal yang harus menjadi perhatian pada penyandang diabetes adalah kerusakan sel saraf (neuropati diabetic) yang menyebabkan penderitanya memiliki penurunan sensitivitas terhadap rangsangan nyeri sehingga sering tidak menyadari adanya luka di kaki. Akibatnya luka menjadi tidak terawat dan terkontaminasi bakteri sehingga menyebabkan infeksi yang semakin parah. Disaat yang bersamaan, sirkulasi darah di kaki juga menjadi tidak lacar akibat kadar gula yang tinggi serta sel imun yang terganggu, akibatnya nutrisi serta oksigen tidak dapat disalurkan dengan baik. Seluruh fase tersebut yang pada akhirnya menyebabkan luka semakin parah dan penyembuhan semakin sulit dilakukan, bahkan tidak bisa sembuh sama sekali sehingga perlu diamputasi.

 

Pencegahan dan Pengobatan Kaki Diabetes

Pencegahan awal kaki diabetes harus menjadi prioritas utama, mengingat luka kaki diabetes yang sudah parah menjadi salah satu penyebab tingginya angka amputasi kaki yang terinfeksi pada penyandang diabetes. Sebanyak 1 dari 6 pasien dengan diabetes melitus, utamanya yang tidak terkontrol, mengalami komplikasi ulkus atau luka diabetes di kaki. Dan 1 dari 5 kejadian luka kaki diabetes harus diamputasi.

Pemeriksaan dan kontrol rutin penyakit diabetes melitus menjadi salah satu cara pencegahan komplikasi, termasuk luka kaki diabetes. Pemeriksaan rutin secara mandiri di anggota gerak, baik tangan maupun kaki juga dibutuhkan untuk mecegah dan mengobati lebih dini jika ditemukan adanya luka. Selain itu, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya seperti pemeriksaan sel saraf tepi menggunakan filamen dan ultrasonografi oleh dokter di bidang vaskular.

Pengobatan luka kaki diabetes harus dilakukan dengan pendekatan multidisiplin ilmu secara komprehensif salah satunya oleh dokter bedah vaskular mulai dari perawatan luka hingga tindakan pembedahan jika diperlukan.

Referensi:
Pendsey SP. Understanding diabetic foot. Int J Diabetes Dev Ctries. 2010;30(2):75-79. doi:10.4103/0973-3930.62596
Boulton AJM, Whitehouse RW. The Diabetic Foot. [Updated 2020 Mar 15]. In: Feingold KR, Anawalt B, Boyce A, et al., editors. Endotext [Internet]. South Dartmouth (MA): MDText.com.

untuk informasi & buat janji temu Dokter silakan menghubungi:

  • Customer Care: 021 2762 5500 ext. 1000/1500
  • Call Centre: 1 500 908
  • WhatsApp Appointment: +62 817 777 742