9 Penyakit yang sering Ditangani oleh Dokter Bedah Vaskular dan Endovaskular

Artikel
18 Jul 2022

Bedah Vaskular dan Endovaskular merupakan salah satu subspesialis Bedah Umum yang mengkhususkan pada penyakit-penyakit yang melibatkan sistem pembuluh darah baik arteri, vena maupun limfatik (kecuali prosedur pada jantung dan otak) yang ditangani dengan cara konservatif (non-operasi), pembedahan terbuka maupun dengan metode endovaskular (minimal invasive) atau bahkan gabungan dari semuanya itu.

Dokter Bedah Vaskular dan Endovaskular merupakan Dokter Spesialis Bedah Umum yang memperdalam keilmuan dan keterampilannya melalui proses Pendidikan formal. Seorang Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular  mampu mendiagnosis, merencanakan suatu tindakan sampai dengan melakukan terapi sampai dengan menangani komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah arteri, vena maupun limfatik.

Dengan menguasai semua modalitas tatalaksana tersebut, seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat memberikan layanan terbaik, pertimbangan terapi yang sesuai kondisi beratnya penyakit pasien serta mampu mengatasi komplikasi yang terjadi pada tatalaksana penyakit-penyakit vaskular. Dokter Bedah Vaskular dan Endovaskular selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat mengaplikasikan dalam tatalaksana penyakit vaskular.

Dokter Bedah Vaskular dan Endovaskular dapat menangani penyakit-penyakit ataupun kelainan Arteri, Vena dan Linfe yang disebabkan karena Infeksi, kelainan kongenital, Tumor, Trauma ataupun proses penuaan.

Penyakit-penyakit yang sering ditangani oleh Dokter Bedah Vaskular dan Endovaskular adalah:

  1. Aneurisma Aorta, adalah pelebaran pembuluh darah utama yang langsung keluar dari jantung, dapat terletak di rongga dada maupun rongga perut. Aneurisma Aorta dapat tidak bergejala sampai dengan ruptur (pecah) yang memiliki risiko kematian sangat tinggi, yaitu mencapai 90%. Kematian dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan diagnosis dan penanganan dini. Tatalaksana dari Aneurisma Aorta adalah dengan pemberian obat-obatan, operasi terbuka ataupun dengan prosedur endovaskular seperti EVAR, TEVAR atau bahkan untuk beberapa kasus kompleks, perlu dilakukan CHEVAR, BEVAR, FEVAR. Seiring dengan pemahaman dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Bedah Vaskular dan Endovaskular, prosedur tersebut memiliki angka keberhasilan yang baik.
  2. Peripheral Arterial Disease, Penyakit penyumbatan pembuluh darah arteri perifer semakin banyak ditemukan akhibar perubahan pola hidup dan pola makan atau bahkan meningkat seiring bertambahnya usia. Peripheral Arterial Disease sering dijumpai pada penderita DM, perokok, hipertensi. Penyakit ini sering mengurangi kualitas hidup penderitanya karena menyebabkan nyeri yang sangat mengganggu aktivitas penderitanya dan bahkan dapat menyebabkan luka yang sulit bahkan tidak dapat sembuh yang sering berakhir dengan amputasi anggota gerak atau bahkan kematian. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan penanganan secara holistik untuk menghasilkan outcome yang lebih baik. Tidak jarang seorang dokter bedah vaskular dan endovaskular menggabungkan semua modalitas terapi seperti pemberian obat-obatan yang digabungkan dengan operasi terbuka dan endovaskular untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Mengalirkan kembali pembuluh darah arteri yang mengalami sumbatan ataupun penyempitan dapat dilakukan dengan menggunakan balloon atau sampai dengan pemasangan stent pembuluh darah atau bahkan perlu tindakan operasi bypass untuk menjamin aliran darah sampai ke bagian paling akhir dari anggota gerak.
  3. Chronic Venous Disease, Penyakit Vena Kronis atau yang lebih sering dijumpai pada masyarakat dalam bentuk varises pada tungkai dapat mempengaruhi kualitas hidup dari penderitanya. Bahkan tidak jarang penderita hanya mengeluh bengkak ataupun nyeri pada tungkai ternyata berhubungan dengan Chronic Venous Disease. Untuk mengobati penyakit ini, dapat dilakukan edukasi tentang pola hidup dan penggunaan stocking compression sampai dengan operasi terbuka maupun menggunakan teknologi canggih seperti laser, gelombang radiofrekuensi, glue atau skleroterapi.
  4. Deep Vein Thrombosis, Penyakit Thrombosis Vena dalam terjadi akibat terbentuknya bekuan darah yang menyumbat aliran darah pada vena dalam dan paling sering terjadi pada tungkai dengan keluhan bengkak, Penyakit ini dapat menyebabkan kematian mendadak akibat bekuan darah tersebut terlepas dan menyumbat pembuluh darah di paru-paru. Perlu penanganan yang cepat dan tepat dari Dokter Bedah Vaskular dan Endovaskular untuk menghindari hal tersebut.
  5. Vascular access, adalah jalan masuk untuk cairan ke dalam tubuh untuk berbagai tujuan, seperti untuk pemberian terapi nutrisi atau obat kemoterapi atau pada penderita gagal ginjal yang membutuhkan akses untuk menjalankan proses Hemodialisa sebagai terapi
 pengganti ginjal. Pasien dengan vascular akses yang datang dengan berbagai komplikasinya dapat dikerjakan dengan berbagai alat atau device yang terbaru, termasuk pemasangan HeROÒ graft pada Penderita Gagal Ginjal yang telah mengalami kerusakan pada pembuluh darah balik (vena) di semua ekstremitas.
  6. Cidera Pembuluh Darah, Cidera pembuluh darah merupakan suatu tindakan darurat yang harus ditangani secara cepat. Tujuan dari tindakannya adalah untuk mendiagnosis sampai tatalaksana rekonstruksi pembuluh darah ataupun menghentikan perdarahan. Semua tindakan inni dapat dilakukan dengan operasi terbuka ataupun dengan tekhnik endovaskular.
  7. Sumbatan Akut pembuluh darah Arteri, Dapat terjadi karena emboli yang terlepas ataupun penumpukan plak yang cepat pada pembuluh darah arteri. Hal tersebut menyebabkan jaringan tubuh kekurangan nutrisi dan oksigen yang dialirkan melalui pembuluh darah tersebut.
  8. Stenosis Arteri Carotis, Arteri Carotis adalah pembuluh darah di leher yang menjadi jalur utama pembuluh darah ke otak. Sumbatan pada arteri carotis dapat menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi yang menyebabkan terjadinya stroke. Untuk mengatasi masalah tersebut, Dokter Bedah Vaskular dan Endovaskular dapat melakukan operasi terbuka untuk mengangkan plak yang menyumbat atau melalui prosedur endovaskular dengan melakukan pemasangan stent.
  9. Tumor Pembuluh Darah dan Malformasi Vaskular, Tumor pembuluh darah dapat bersifat jinak maupun ganas. Operasi pengangkatan tumor yang bayak pembuluh darah atau bahkan tumor pembuluh darah itu sendiri, dapat diawali dengan tindakan embolisasi, yaitu tindakan endovaskular dengan tujuan menyumbat pembuluh darah yang mengatah ke tumor dengan tujuan mempermudah, mempersingkat dan mengoptimalkan hasil operasi pengankatan tumor. Dengan demikian hasil yang diharapkan juga menjadi lebih baik. Tindakan embolisasi juga dapat dilakukan pada penyakit kongenital berupa malformasi vaskular. Malformasi Vaskular dapat ditandai dengan benjolan yang berisi pembuluh darah yang membesar terus menerus, dapat menimbulkan gejala seperti hyperhidrosis, hypertrichosis, hyperthermia, thill, bruit, gangguan fungsi ekstremitas dan sendi, iskemi dan bahkan gangrene. Tatalaksana malformasi vaskular sangatlah individual dan berdasarkan karakteristik dari malformasi tersebut. Terapi kombinasi berupa embolisasi dan eksisi merupakan pilihan yang dipakai untuk saat ini.

untuk informasi & buat janji temu Dokter silakan menghubungi:

  • Customer Care: 021 2762 5500 ext. 1000/1500
  • Call Centre: 1 500 908
  • WhatsApp Appointment: +62 817 777 742