IAMARSI  Bersama PRIVY Sukses Gelar Seminar Nasional Medical Tourism dan Digitalisasi Rumah Sakit

Berita
27 Jun 2022

Seminar Nasional dengan tema ”Building World Class Medical Tourism Destination Hospital by Implementing End to End Digital Process” yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) PW Bali bekerja sama dengan Privy Identitas Digital sukses digelar. Seminar Nasional yang merupakan serangkaian HUT IAMARSI yang ke-1 dan pengukuhan Pengurus Wilayah IAMARSI Sabtu, 26 Juni 2022 berlangsung di Hotel Sunset Road secara Hybrid dan melalui zooom meeting dengan menghadirkan pembicara Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., Ph.D., Dr.dr.Fathema Djan Rachmat, Sp. B, Sp.BTKV (K), MPH., dr Made Indra Wijaya, FISQua, MARS., PhD., dr Martha M.L Siahaan, MARS MHKes., Marshall Pribadi (Co Founder CEO Privy) dan Prof Dr. dr. RA Tuty Kuswardhani, SpPDKGer, M.Kes, M.H yang dihadiri oleh 150 peserta dari lintas propinsi di Indonesia.

“Dalam menindaklanjuti perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia perlu upaya-upaya inovatif yang melibatkan kolaborasi dari seluruh ekosistem wisata kesehatan dan bekerja sama dengan multi stakeholders” ujar Menparekraf Sandiaga Uno yang mengawali acara dengan sambutan melalui daring yang kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Bali.

Seminar Nasional yang digagas oleh IAMARSI Pengurus Wilayah Bali bertujuan untuk menjadi penghubung antara pemegang kebijakan stakeholders dengan praktisi pelayanan kesehatan di bidang perumahsakitan .“Seminar yang kita adakan ini seminar sesuai dengan kondisi yang ada saat ini dimana kita covid ini sudah berakhir semua negara menyiapkan bagaiamana mereka harus bangkit lagi di bidang ekonomi termasuk kesehatan” Ujar dr. Agus Bintang M.Kes., selaku ketua panitia pelaksana seminar nasional dan HUT IAMARSI.

Hampir 158 triliun dana masyrakat Indonesia harus ke luar negeri, karena masyarakat Indonesia lebih memilih berobat keluar negeri. Ketua IAMARSI PW Bali Dr. dr. AAN. Jaya Kusuma, Sp.OG., K-KFM., MARS mengingatkan jika perumahsakitan di Indonesia membangun Body of Knowladge terkait wisata kesehatan di Indonesia. Seminar yang berlangsung satu hari tersebut dimulai dengan membahas konsep meta leadership yang dibawakan oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., Ph.D., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp. B, Sp.BTKV (K), MPH yang membaerikan pengalamannya membangun konsep medical tourism di Indonesia sekaligus menutup sesi pertama. Sesi kedua dimulai oleh Marshall Pribadi selaku Co Founder CEO Privy, secara detail menjelaskan digitalisasi dalam proses pelayanan rumah sakit mampu mempercepat layanan dan meningkatkan kepuasan pasien. Dr. Made Indra Wijaya, FISQua, MARS., PhD. membawakan materi terkait regulasi yang berkaitan dengan medical tourism dan ditutup oleh dr. Martha M.L. Siahaan, MARS, MHKes yang merupakan direktur RS Premier Bintaro yang telah sukses mengembangkan medical tourism.

Momentum yang tepat setelah terpuruk selama dua tahun oleh pandemi Covid-19 harus dimanfaatkan oleh seluruh Rumah Sakit untuk berperan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan menyusun strategi untuk mendatangkan wisatawan berobat ke Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk berobat di dalam negeri.

Dr. Martha mengatakan, Indonesia perlu serius meningkatkan layanan kesehatan dan mengembangkan wisata medis (medical tourism). Untuk itu, diperlukan peran dan kolaborasi berbagai pihak terkait. Dengan demikian, layanan kesehatan di dalam negeri bisa menjadi kepercayaan masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Setidaknya ada tiga keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita serius mengembangkan wisata medis.

Pertama, dampak positif dalam perekonomian, berupa pemasukan Rp100 triliun setiap tahunnya dari pasien Indonesia yang berobat ke Singapura bisa beralih ke Indonesia. Keuntungan kedua, di bidang pariwisata. Saat menunggu, pasien atau keluarga pasien bisa menggunakan waktu luangnya untuk traveling di sekitaran rumah sakit. Keuntungan ketiga, meningkatkan kesejahteraan staf kesehatan sekaligus kualitas layanan mereka.

Dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisata medis di Indonesia, ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Seperti, perlunya peningkatan dan perbaikan di rumah sakit Indonesia, peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk memiliki kualitas internasional, peningkatan fasilitas yang ditawarkan, serta perlunya dukungan penuh dari pemerintah, tarif yang cukup terjangkau, dan teknologi yang mutakhir. Kalau saat ini masih ada masyarakat yang memilih berobat ke Penang (Malaysia) karena biayanya lebih murah, maka harus ditelaah bagaimana hal itu bisa terjadi. Apakah karena pajak alat kesehatan kita terlalu tinggi, atau ada sebab lain.

Momentum yang tepat setelah terpuruk selama dua tahun oleh pandemi Covid-19 harus dimanfaatkan oleh seluruh rumah sakit untuk berperan meningkatkan ekonomi masyarakat. Rumah sakit harus menyusun strategi mendatangkan wisatawan berobat ke Indonesia, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk berobat di dalam negeri. Upaya yang dilakukan Rumah Sakit Premier Bintaro dengan sejumlah layanan unggulan sejauh ini tidak hanya mampu menarik pasien dalam negeri tetapi juga luar negeri untuk berobat di RS Premier Bintaro. Beberapa layanan unggulan itu antara lain, Orthopedic Center, Spine Center, Sport Center, Vascular Center, Stroke Center, Skin & Laser Clinic, serta MCU Visa.

Kebutuhan sebagian masyarakat Indonesia untuk melakukan Wisata Medis Indonesia keluar negeri cukup tinggi. Semenjak masa pandemi ini, hal tersebut terkendala dengan adanya protokol kesehatan yang membatasi rencana untuk bepergian. Kondisi demikian menjadi peluang bagi rumah sakit untuk mengambil pasar wisata medis Indonesia. RS Premier Bintaro menjadi salah satu rumah sakit yang mencoba mengoptimalkan peluang tersebut.

Untuk menyebarluaskan layanan-layanan yang dimiliki, RS Premier Bintaro melakukan inovasi dalam promosi dan pemasaran. Misalnya, dengan menggelar Giant Webinar yang terhitung sudah diselenggarakan 29 kali sejak Mei 2020. Adapun di sisi pemasaran, RS Premier Bintaro memanfaatkan berbagai saluran termasuk media sosial. Program pemasaran itu dikemas dalam berbagai program acara antara lain Webinar, Podcast, Ngopi Dulu, Info Sehat, Obras Kak Oge, Testimoni, Talk to the Expert, Liputan Event, Mitos & Fakta, Tips dan Tanya Dokter. Sejauh ini upaya tersebut membuahkan hasil positif. RS Premier Bintaro juga telah menjalin kerja sama Program Health Tourism bersama sejumlah pihak yang penandatanganannya disaksikan oleh Menteri Kesehatan RI pada bulan Oktober 2021 lalu.


untuk informasi & buat janji temu Dokter silakan menghubungi:

  • Customer Care: 021 2762 5500 ext. 1000/1500
  • Call Centre: 1 500 908
  • WhatsApp Appointment: +62 817 777 742