Mengenal Alopecia, Kebotakan yang Dialami Istri Will Smith

Artikel Kesehatan
20 May 2022

dr. Agassi Suseno Sutarjo, Sp.DV

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Premier Jatinegara

 

Alopecia, nama ini mungkin asing di telinga kalian. Namun beberapa bulan lalu, salah satu penyakit kulit kepala ini ramai diperbincangkan usai Jada Pinkett Smith, istri dari aktor dunia Will Smith dikabarkan menderita penyakit ini

Guna mendapatkan informasi lengkap dari kacamata medis, maka Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Premier Jatinegara yaitu dr. Agassi Suseno Sutarjo, Sp.DV akan menjelaskan tentang Alopecia.

Menurut dr. Agassi, Alopecia adalah istilah medis untuk kebotakan rambut. Keluhan kebotakan tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kebotakan terkait malnutrisi, hormonal, jenis kelamin, usia, infeksi atau disebabkan oleh penyakit autoimun, dan banyak lagi penyebab lainnya.

Ciri-ciri Penderita Alopecia

Dokter Agassi mengatakan, tanda seseorang terkena alopecia itu beragam. Umumnya laki-laki umumnya mengalami adalah alopecia androgenetic yaitu salah satu jenis kebotakan yang paling sering terjadi. Namun, jika kebotakannya terjadi secara bertahap, mulai dari area “M” kepala, kemudian rambut di bagian tengah mulai menipis, hingga akhirnya mengalami kebotakan secara keseluruhan.

Jenis dan Gejalanya

dr. Agassi Suseno Sutarjo, Sp.DV menjelaskan bahwa secara umum alopecia dibagi dalam beberapa jenis. Ada alopecia sikatriksial dan non sikatriksial yang biasanya kebotakan rambut disertai pembentukan jaringan parut.

Gejala yang dialami pada alopecia sikatriksial umumnya diawali peradangan terlebih dahulu, seperti diinfeksi atau ada peradangan hebat. Sedangkan non sikatrisial contoh kasusnya kini tengah dipelajari akhir-akhir ini karena marak di dunia.

Kemudian jenis lainnya dari kebotakan ini ada juga alopecia areata yang disebabkan oleh autoimun, dimana kekebalan tubuh seseorang merasa bahwa rambut di kepalanya itu adalah benda asing. Sehingga jaringan rambut tersebut dihancurkan oleh kekebalan tubuh sendiri.

Penyebab Alopecia dan Potensi Kesembuhan

Penyebab alopecia sendiri biasanya tergantung pada pemicunya, bisa disebabkan oleh usia, faktor keturunan, malnutrisi, infeksi atau penyakit autoimun.

Lalu apakah alopecia bisa sembuh?

Untuk menjawabnya, perlu diketahui dahulu bahwa alopecia merupakan keluhan yang umum terjadi. Sehingga angka kesembuhannya juga beragam, tergantung derajat kebotakan yang sudah terjadi. Oleh karena itu, penting sekali untuk segera berobat guna penanganan yang maksimal.

Tentu saja alopecia harus segera ditangani dengan maksimal, pasalnya jika tidak segera ditangani, kebotakan bisa meluas. Bahkan pada kasus-kasus alopecia akibat autoimun, kebotakannya bisa sampai ke bagian rambut lain, seperti alis, kumis atau di bagian tubuh lain juga.

Pengobatan Mandiri

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Premier Jatinegara ini mengatakan bahwa untuk melakukan pengobatan alopecia, pasien harus melakukan diagnosis penyebabnya. Sehingga pengobatannya bisa disesuaikan dengan masalah yang ditemukan.

Misalnya pada kasus alopecia karena malnutrisi, maka perlu diperbaiki nutrisinya. Bila perlu dengan suplementasi vitamin. Kemudian, jika alopecia karena ada infeksi, maka perlu ditatalaksana infeksinya dan seterusnya.

dr. Agassi pun berpesan, jika dalam pengobatan mandiri alopecia, pasien sudah mengatasinya dengan obat-obatan yang dijual bebas. Namun tidak juga ada perbaikan, maka disarankan untuk segera berobat ke dokter.

Nantinya tim dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan gejala dan jenis alopecia. Obatnya pun banyak ragamnya, mulai dari obat oles, obat minum atau dengan treatment yang memicu tumbuhnya rambut, seperti fototerapi, injeksi PRP, injeksi autologous micrograft.

Pada beberapa kasus yang sudah lanjut, tim Dokter di RS Premier Jatinegara biasanya melakukan transplantasi rambut. Hal ini umum dilakukan di RS Premier Jatinegara yaitu memberikan kombinasi dari treatment-treatment guna meningkatkan efektivitas kesembuhan dan mencapai hasil yang memuaskan.